I. PENDAHULUAN
Ikan Black Ghost ( Afteronotus albifrons, Linneaus ) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.
" Black Ghost " berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya memanjang dan pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan kedalam ikan pisau (Knifefishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian melancip dibagian perut.
![]() |
Ikan Black Ghost |
Persyaratan kualitas air media yang dikehendaki ikan Black Ghost yaitu ' Soft ' ( lunak ) dan cenderung asam, walaupun demikian ' Black Ghost ' relatif dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Black Ghost juga memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing rambut.
II. KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan bahan yang diperlukan untuk memproduksi ikan " Black Ghost " adalah :
1. Wadah pemeliharaan & perlengkapan
~ Akuarium ukuran ( 40 x 40 x 80 ) cm sebagai tempat pemeliharaan induk dan sekaligus tempat pemijahan dilengkapi dengan tempat penempelan telur berupa baki plastik yang diisi dengan batu, atau batang pohon pakis.
~ Akuarium ukuran ( 60 x 40 x 40 ) cm sebagai tempat penetasan telur.
~ Instalasi aerasi berupa blower, selang aerasi dan batu aerasi.
~ Peralatan lain seperti selang untuk mengganti air, soope net dan alat-alat pembersih akuarium (sikat,dll)
2. Pakan
~ 'Blood worm' yang digunakan sebagai pakan induk.
~ Cacing rambut yang digunakan sebagai pakan ikan mulai umur + 2 minggu sampai dewasa.
~ Artemia, yang digunakan untuk pakan larva.
III. Kegiatan Operasional
1. Pembenihan
Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk dan calon induk, pemijahan serta perawatan larva.
1.1. Pemeliharaan Induk
Perbedaan jantan dan betina ikan dewasa terutama dapat dilihat dari panjang dagunya (jarak antara ujung mulut dengan tutup insang). Pada ikan jantan, dagunya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ikan betina. Ikan jantan relatif lebih langsing dibandingkan dengan ikan betina yang mempunyai bentuk perut yang gendut. Pada induk jantan dewasa, terdapat cairan putih (sperma) apabila diurut bagian perutnya. Induk Black Ghost dapat matang telur setelah berumur sekitar satu tahun dengan panjang + 15 cm.
Induk betina dan jantan dipelihara dalam satu wadah berupa akuarium berukuran ( 80 x 40 x 50 ) cm, yang dilengkapi dengan instalasi aerasi dengan pakan berupa 'Blood Warm' yang diberikan dengan frekuensi 3 kali/hari secara (ad libitum).
Pergantian air harus dilakukan setiap hari untuk membuang kotoran-kotoran yang terdapat di dasar akuarium dan menjaga kualitas media pemeliharaan.
1.2. Pemijahan
Pemijahan dilakukan secara masal di dalam akuarium yang sekaligus sebagai tempat pemeliharaan induk. Perbandingan induk betina dan jantan adalah 2 : 1. Pada wadah pemijahan tersebut, ditempatkan baki plastik berukuran ( 30x20x7 )cm yang diisi dengan batu sebagai tempat penempelan telur dan pada bagian tengah baki ditutup dengan baki berlubang (20x15x10) cm untuk melindungi telur dari pemangsaan induknya sendiri. Untuk akuarium ukuran (80 x 60 x 50 ) cm dapat dipelihara 10 ekor induk betina dan paling sedikit 5 ekor jantan.
Lingkungan tempat pemeliharaan dan pemijahan ikan Black Ghost biasanya dibuat relatif gelap, dan ikan ini memijah pada malam hari. Menjelang terbit matahari, tempat penempelan telur berupa baki harus segera diambil dan dipindahkan ke tempat penetasan, untuk menghindari pemangsaan telur tersebut oleh induknya. Telur yang dipanen dari baki pemijahan +200 butir/hari.
1.3. Penetasan telur dan perawatan larva
Penetasan telur dilakukan di akuarium, dan akan menetas pada hari ketiga. Makanan berupa naupli artemia mulai diberikan pada hari ke-10 setelah penetasan dan selanjutnya diberi cacing rambut secara ad libitum.
1.4. Pendederan dan Pembesaran
Kegiatan pendederan dilakukan setelah larva dapat memakan cacing rambut, yaitu + berumur 2 minggu, sampai ikan mencapai ukuran + 1 inchi dengan lama pemeliharaan 1 - 15 bulan sedangkan kegiatan pembesaran ikan Black Ghost dilakukan untuk mencapai ukuran komersial, yaitu 2-3 inchi. Wadah yang digunakan dapat berupa akuarium atau bak dengan padat tebar 2 - 5 ekor / l. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah cacing rambut secara ad libitum. Ikan Black Ghost dengan ukuran 2 inchi dapat dicapai dalam waktu dua bulan. Sedangkan ukuran 3 inchi dapat dicapai dengan menambah waktu pemeliharaan selama tiga minggu. Penyiphonan untuk membuang kotoran harus dilakukan setiap hari agar kualitas media tetap terjaga.
1. Pendahuluan
Corydoras merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati pecinta ikan hias dan mempunyai peluang ekspor.
Menyatukan induk jantan dan betina yang sudah matang gonad dalam satu tempat, itulah pemijahan. Tentu saja tujuannya agar memijah, yaitu keluarnya sperma dari induk jantan. Selanjutnya sperma akan disimpan dalam tubuh betina, yang selanjutnya digunakan untuk membuahi telur.Pemijahan lobster dilakukan dalam bak fibre glass atau bak beton (lihat bak pemijahan). Kegiatan ini terdiri dari persiapan bak, penebaran induk, pemberian pakan tambahan dan pengelolaan kualitas air.
Persiapan bak
Bak pemijahan lobster air tawar harus disiapkan. Tujuannya agar tercipta lingkungan yang baik bagi lobster, seperti di habitatnya, sehingga induk-induk itu dapat hidup dengan baik dan dapat terangsang untuk memijah. Kegiatan persiapan bak terdiri dari pengeringan, pembersihan, dan pengisian air. (distributor ovaprim dll)
Pengeringan dilakukan dengan membuang air dalam bak. Sambil menunggu surut, lumpur, sisa pakan dan kotoran lain diseret ke lubang pengeluaran agar ikut terbuang, lalu disemprot dengan air bersih. Bila terlalu kotor seluruh bagian itu disikat. Pengeringan dilakukan selama 2 – 3 hari dan setelah itu, bak diisi air setinggi 30 - 35 cm, yaitu dengan menutup lubang pengeluaran dan membuka lubang pemasukan.
Setelah diisi air, tempat persembunyian atau shelter di,asukan. Shelter ini berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan pajnag 15 – 20 cm. Jumlah shelter tergantung dari jumlah induk yang dipijahkan. Bila induk betina yang ditebar 10 ekor, dan induk jantan 6 ekor, maka jumlah shelternya sebanyak 10 buah
Penebaran induk
Induk ditebar pagi hari, saat suhu udara dan suhu air masih rendah. Tujuannya agar induk-induk tidak kaget atau stress akibat suhu air yang tinggi. Biasanya dilakukan setelah seleksi induk Jumlah induk yang ditebar tergantung pada luas bak. Kepadatan induk lobster air tawar yang optimal adalah 8 ekor/m2, yaitu 5 ekor induk betina dan 3 ekor induk jantan. (satu paket 3 jantan dan 5 betina).
Pemberian Pakan Tambahan
Pemijahan lobster tidak seperti ikan mas, sore disatukan malam memijah. Pemijahan lobster berlangsung cukup lama, yaitu antara 18 – 22 hari. Selama itu mereka harus beradaftasi dengan lingkungan, mencari pasangan dan memijah (lihat perkebangbiakan). Selama itu pula induk-induk harus makan agar tubuhnya tetap sehat dan bisa memijah dengan baik.
Pakan diberikan secukupnya, atau sesuai dengan kebutuhan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pakan dalam keseharian. Bila memberikan pakan dengan jumlah tertentu, misalnya satu sendok makan masih tersisa, maka jumlah pakan itu dinilai berlebihan, sehingga untuk hari berikutnya harus dikurangi. Bila habis, berarti pakan tersebut kekurangan, sehingga untuk hari selanjutnya perlu ditambah.
Dari pengalaman, seekor induk lobster makan pelet antara 2 – 4 butir sehari. Jadi jika induk yang ditebar berjumlah 10 ekor maka pelet yang diberikan berjumlah 20 – 40 butir. Tetapi jumlah itu buka ukuran mutlak. Ukuran mutlak ada dalam pengalaman anda, bila sudah melakukannya. Pemberian pakan dilakukan dengan menebar secara merata ke seluruh permukaan bak.
Pengelolaan air
Selama pemijahan, kualitas air harus tetap baik, agar induk-induk dapat hidup dengan baik, tidak terserang penyakit, dan dapat memijah dengan sempurna. Karena itu selama pemijahan air sebaiknya tetap mengalir. Aliran air tidak boleh terlalu besar, karena dapat mengganggu induk-induk itu, cukup sebesar kelingking.
Dengan adanya aliran air ini maka akan terjadi penggantian air, dimana air lma yang berkualitas buruk akan keluar dan diganti air baru yang kualitasnya baik. Selain itu dengan adanya aliran air ini membawa oksigen baru, atau setidaknya akan terjadi difusi oksigen, sehingga kandungan oksigen dalam air tetap tinggi.
Satu keuntungan lain dengan adanya aliran air ini, yaitu gas-gas beracun, seperti NH3 dan karbondioksida bisa terbuang dengan sendirinya. Meski dengan adanya alran air, tetapi sisa pakan dan kotoran biasanya tidak terbuang. Kotoran ini harus dibuang dengan cara disipon, yaitu membuang dengan selang kecil yang telah diisi air.
Bila selama pemijahan air tidak mengalir, maka harus diberi aerasi. Aerasi ini diletakan minimal pada empat titik, yaitu di keempat sudut. Alangkah baiknya diberi juga dibagian tengah. Selain itu harus dilakukan pergantian air minimal 2 kali seminggu, sambil membuang sisa pakan dan kotoran dengan cara disipon.
A. Pendahuluan
Udang ini telah dibudidayakan sejak akhir tahun 70-an. Masalah utama yang dihadapi budi daya udang windu dewasa ini adalah serangan penyakit yang hingga, kini masih sukar diatasi dan pencemaran lingkungan. Yang dimaksud budi daya udang windu di laut dalam tulisan ini adalah dalam bentuk pentokolan benur sebelum di tebar di tambak. Salah satu tujuan pentokolan di laut adalah untuk mengurangi mortalitas akibat serangan penyakit pada tahap awal budi daya.
B. Sistematika
B. Sistematika
Famili : Penaeidae
Spesies : Penaeus monodon
Nama dagang : tiger shrimp
nama lokal : doang
C. Ciri-ciri dan Aspek Biologi
1. Ciri fisik
Ujung depan rostrum lengkung mengarah ke atas dengan gigi atas rostrum 7-8 buah dan gigi bawahnya 3buah. Terdapat sebuah duri pada buku kedua pasangan pertama dan kedua dari kaki jalannya. Buku ketiga pasangan kaki jalan pertama dilengkapi pula dengan sebuah duri.
Badannya berwarna kecokelatan dengan bercak-bercak biru dan berbelang-belang.
2. Pertumbuhan dan perkembangan
Udang windu mulai dewasa pada umur 18 bulan.
Pada saat memijah, udang jantan akan memasukkan sperma ke dalam thellycum dengan bantuan petasma-nya segera setelah udang betina berganti kulit. Udang windu memiliki daur hidup dimulai dari telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi larva pertama yang disebut nauplius (N).
Nauplius terdiri dari 6 substadia, yaitu nauplius I—VI. Larva tersebut kemudian akan bermetamorfosa menjadi zoea (Z) yang terdiri dari 3 substadia, yaitu Z I—Z III. substadia berikutnya adalah mysis (M) 1-111 vane, pada saatnya akan bermetamorfosa menjadi post larvae (PL). Udang windu mulai ukuran PL 8 sudah banyak yang dijual ke petambak sebagai benur. Pentokolan benur windu dari PL-12 dilakukan selama dua minggu sampai satu bulan. Stadia berikutnya adalah juwana dan dewasa.
D. Pemilihan Lokasi Budi Daya
Udang laut yang memiliki toleransi tinggi terhadap faktor lingkungan adalah udang windu. Udang ini dapat hidup dan tumbuh dengan cepat pada salinitas air tawar hingga 35 ppt. Namun demikian, salinitas optimal bagi kehidupan dan pertumbuhannya antara 15-25 ppt. Udang windu juga memerlukan lingkungan perairan dengan kisaran suhu 28-30 derajat celcius, kadar oksigen terlarut antara 4-7 mg/l, dan bebas dari basil metabolisme, khususnya NH3 dan H2S serta cemaran lainnya. Kadar aman NH 3-N bagi PL 30-50 adalah 0,15 mg/l. Sementara itu, bagi udang muda dan dewasa masing-masing kadar tertingginya o,1 mg/l dan o,08 mg/l.
E. Wadah budi Daya
ProdukSi tokolan udang windu menggunakan hapa pada unit karamba jaring apung di laut. Hapa terbuat dari kain kasa warna hijau ukuran 4 m X 2 m X 1 m. hapa diikatkan pada rakit berukuran 6 m x 6 m. Pelampung rakit terbuat dari drum plastik bervolume 200 liter sebanyak 9 buah per unit. Rakit dilengkapi jangkar sehingga posisinya selama pemeliharaan tidak mengalami perubahan. Untuk menjaga agar benur tetap dalam kondisi optimal, setiap hapa dilengkapi dengan selter secukupnya (minimal 40 untaian setara dengan 3 m waring utuh dengan lebar 90 cm). Separuh permukaan hapa ditutup gedek bambu untuk mengurangi intensitas cahaya matahari secara langsung.
F. Pengelolaan Budi Daya
1. Pentokolan
Produksi tokolan udang windu sebenarnya sudah dikenal sejak 20 tahun yang lalu dengan beragam istilah, seperti pengipukan, pendederan, dan pentokolan. Namun demikian, pemanfaatan
tokolan baru menunjukan perkembangan nyata sejak 5 tahun terakhir seiring dengan makin meluasnya serangan penyakit udang di tambak.
Budi daya udang windu yang biasa dilakukan dalam KJA di laut adalah pentokolan. Pentongkolan merupakan stadia awal setelah dari panti benih (hatchery). Manfaat penggunaan tokolan antara lain masa pemeliharaan di petak pembesaran lebih singkat (90 hari) dan peluang keberhasilan panen cukup besar karena tokolan sudah tahan terhadap perubahan lingkungan.
Selain itu, produktivitas tambak meningkat karena musim pemeliharaan bisa ditingkatkan menjadi tiga kali per tahun, sintasan antara 70-90%, dan efisien dalam penggunaan pakan.
Sistem pentokolan udang windu di KJA laut telah dikembangkan dengan modifikasi dari teknologi yang telah ada. Benur yang digunakan adalan post larvae (PL)12 yang diperoleh dari hatchery sekitar lokasi. Padat penebaran antara 2.000-3.000 ekor/m2.
2. pemberian pakan
Udang windu merupakan pemakan detritus dan benthos (mahluk yang hidup dasar perairan). Namun, udang ini sangat tanggap terhadap, pakan buatan berbentuk pelet yang berkadar
protein tinggi (40-42%). Adapun pemberian pakan dalam KJA berupa pelet. komersial dengan dosis menurun sesuai dengan bobot total/hari, yaitu
hari ke-1 sampai hari ke-6 sebesar 50%;
hari ke-6 sampal hari ke-15 sebesar 25%;
hari ke-16 sampai hari ke-25 sebesar 8%;
hari ke-26 sampai hari ke-36 sebesar 6%;
dan hari ke-36 sampai hari ke-42 sebesar 5%.
Frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari, yaitu pukul 07.00, 12.00,17.00, dan 22.00. Produksi tokolan terbaik di KJA laut diperoleh pada masa pemeliharaan 15-3o hari dengan sintasan mencapai 73%.
G. Pengendalian Hama dan penyakit
pentokolan benur dilakukan dalam hapa sehingga jarang ditemukan hama yang mengganggu. Mortalitas benur terutama disebabkan adanya perubahan salinitas yang mendadak dan perubahan suhu air yang mendadak.
H. panen
Pemanenan dilakukan setelah masal pemeliharaan 15-3o hari dari benur PL 12 atau saat ada permintaan dari konsumen. Caranya yaitu dengan mengangkat waring sampai airnya kelihatan tinggal sedikit, kemudian tokolan diambil pakai serok yang terbuat dari bahan halus/lunak. Tongkolan tersebut dimasukan ke ember plastik yang berisi air untuk dilakukan penghitungan.
Transportasi benih dilakukan secara terbuka atau tertutup. pengangkutan secara terbuka hanya dilakukan untuk pengangkutan jarak dekat dan jumlah tokolan tidak banyak. Untuk pengangkutan jarak jauh, tokolan dimaksukan ke dalam kantong plastik (dirangkap dua) yang berisi air (2 liter) dan tokolan sekitar 1000 ekor, kemudian dimasukan oksigen. Perbandingan oksigen dengan air adalah 3 : 1. Kantong-kantong plastik ini dimasukan ke dalam boks styrofoam, lalu diselipkan es yang sudah dikemas kantong plastik antara kantong plastik.' tujuannya agar suhu di dalam boks sekitar 20-22 derajat celcius.
I. PENDAHULUAN
Bawal ( Colossoma macropomum ) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi. Ikan ini berasal dari Brazil. Pada mulanya ikan bawal diperdagangkan sebagai ikan hias, namunkarena pertumbuhannya cepat, dagingnya enak dan dapat mencapai ukuran besar, maka masyarakat menjadikan ikan tersebut sebagai ikan konsumsi. Sebutan lain ikan bawal adalah Gamitama (Peru), Cachama (Venezuela), Red Bally Pacu (Amerika Serikat dan Inggris). Sedangkan di negara asalnya disebut Tambaqui.
Walaupun ketenaran ikan bawal belum dapat disejajarkan dengan komoditas perikanan lainnya, namun permintaan konsumen setiap tahunnya terus meningkat, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Maka tak heran, bila dimasa yang akan datang akan menjadi komoditas unggulan seperti jenis-jenis ikan lainnya.
II. BIOLOGI
Secara sistematika ikan bawal termasuk kedalam Genus Chacacoid dan species Colossoma macropomum.
Badan agak bulat, bentuk tubuh pipih, sisik kecil, kepala hampir bulat, lubang hidung agak besar, sirip dada di bawah tutup insang, sirip perut dan sirip dubur terpisah, punggung berwarna abu-abu tua, perut putih abu-abu dan merah.
Ikan bawal banyak ditemukan di sungai sungai besar seperti Amazon (Brazil), Orinoco (Venezuela). Hidup secara bergerombol di daerah yang airnya tenang.
Bawal termasuk ikan karnivora, Giginya tajam namun tidak ganas seperti piranha. Makanan yg disukai pada fase larva adalah Brachionus sp., Artemia sp., dan Moina sp. Induk bawal sudah mulai dapat dipijahkan pada umur 4 tahun bila pertumbuhannya normal dapat mencapai berat 4 kg.
Badan agak bulat, bentuk tubuh pipih, sisik kecil, kepala hampir bulat, lubang hidung agak besar, sirip dada di bawah tutup insang, sirip perut dan sirip dubur terpisah, punggung berwarna abu-abu tua, perut putih abu-abu dan merah.
Ikan bawal banyak ditemukan di sungai sungai besar seperti Amazon (Brazil), Orinoco (Venezuela). Hidup secara bergerombol di daerah yang airnya tenang.
Bawal termasuk ikan karnivora, Giginya tajam namun tidak ganas seperti piranha. Makanan yg disukai pada fase larva adalah Brachionus sp., Artemia sp., dan Moina sp. Induk bawal sudah mulai dapat dipijahkan pada umur 4 tahun bila pertumbuhannya normal dapat mencapai berat 4 kg.
III. PEMBENIHAN
A. Pemeliharaan Induk
Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,5 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 prosen dari berat tubuh ikan dan diberikan 3-4 kali sehari. Menjelang musim hujan jumlah pakannya ditambah menjadi 4 prosen. Induk betina yang beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak +400.000 butir.
A. Pemeliharaan Induk
Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,5 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 prosen dari berat tubuh ikan dan diberikan 3-4 kali sehari. Menjelang musim hujan jumlah pakannya ditambah menjadi 4 prosen. Induk betina yang beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak +400.000 butir.
Tanda Induk yang matang Gonad.
Betina: perut buncit, lembek dan lubang kelamin berwarna kemerahanJantan: perut langsing, warna merah dalam ditubuhnya lebih jelas dan bila diurut dari perut kearah kelamin keluar cairan berwarna putih/sperma.
B. Pemijahan.
Pemijahan ikan bawal air tawar bisa dilakukan secara Induced Spawning, caranya induk betina disuntik hormon LHRH-a sebanyak 3 ?g/kg atau ovaprim 0,75 ml / kg . Induk jantan menggunakan LHRH-a sebanyak 2 ?g/kg atau ovaprim 0,5 ml/kg. LHRH-a dilarutkan dalam larutan 0,7 % NaCl.
Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 8-12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua 2/3 nya.
Induk yang sudah disuntik dimasukkan kedalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa. Selama pemijahan air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3 sampai 6 jam setelah penyuntikan kedua.
Betina: perut buncit, lembek dan lubang kelamin berwarna kemerahanJantan: perut langsing, warna merah dalam ditubuhnya lebih jelas dan bila diurut dari perut kearah kelamin keluar cairan berwarna putih/sperma.
B. Pemijahan.
Pemijahan ikan bawal air tawar bisa dilakukan secara Induced Spawning, caranya induk betina disuntik hormon LHRH-a sebanyak 3 ?g/kg atau ovaprim 0,75 ml / kg . Induk jantan menggunakan LHRH-a sebanyak 2 ?g/kg atau ovaprim 0,5 ml/kg. LHRH-a dilarutkan dalam larutan 0,7 % NaCl.
Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 8-12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua 2/3 nya.
Induk yang sudah disuntik dimasukkan kedalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa. Selama pemijahan air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3 sampai 6 jam setelah penyuntikan kedua.
C. Penetasan
Setelah memijah telur-telur diambil menggunakan scope net halus, kemudian telur tersebut ditetaskan didalam akuarium yang telah dilengkapi dengan aerasi dan water heater dengan suhu 27 - 29oC. Kepadatan telur antara 100 - 150 butir/liter, biasanya Telur-telur akan menetas dalam waktu 16 - 24 jam.
D. Pemeliharaan Larva
Larva dipelihara dalam akuarium yang sama, namun sebelumnya 3/4 bagian airnya dibuang. Padat penebaran larva 50 - 100 ekor/liter larva yang berumur 4 hari diberi pakan berupa naupli Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 14 hari. Selama pemeliharaan larva, air harus diganti setiap hari sebanyak 2/3 bagiannya. Setelah berumur 14 hari larva siap ditebar ke kolam pendederan.
E. Pendederan
Pendederan ikan bawal dilakukan di kolam yang luasnya antara 500 -1.000 m2. Namun kolam tersebut harus disiapkan seminggu sebelum penebaran benih. Persiapan meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.
Setelah itu kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 50 - 100 gram/m2 dan dipupuk dengan pupuk organik dengan dosis 500 gram/m2. Kemudian diisi air.
Bila kolam sudah siap, larva diebar pada pagi hari dengan kepadatan 50 - 100 ekor/m2.
Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet halus sebanyak 750 gram/10 ribu ekor larva dengan frekuensi tiga kali sehari.
Pemeliharaan di kolam pendederan selama 21 hari. IV. Penyakit
Penyakit yang pernah ditemukan pada ikan bawal air tawar yang berumur satu bulan antara lain disebabkan oleh parasit, bakteri dan Kapang (Jamur)
Parasit
" Ich " Atau " White spot ", biasanya menyerang ikan apabila suhu media pemeliharaan dingin, cara mengatasinya yaitu dengan menaikkan suhu (dengan water heater) sampai kurang lebih 29 derajat Celcius dan pemberian formalin 25 ppm. Pada media pemeliharaannya.
Bakteri.
Streptococus sp. dan Kurthia sp. cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan antibiotik tetrasiklin dengan dosis 10 ppm.
Kapang (Jamur)
Jamur ini merupakan akibat dari adanya luka yang disebabkan penanganan ( Handling ) yang kurang hati-hati. Cara mengatasinya dengan menggunakan Kalium Permanganat ( PK ) dengan dosis 2-3 ppm. PEMBESARAN IKAN BAWAL
PENDAHULUAN
Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Magelang. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.
Setelah memijah telur-telur diambil menggunakan scope net halus, kemudian telur tersebut ditetaskan didalam akuarium yang telah dilengkapi dengan aerasi dan water heater dengan suhu 27 - 29oC. Kepadatan telur antara 100 - 150 butir/liter, biasanya Telur-telur akan menetas dalam waktu 16 - 24 jam.
D. Pemeliharaan Larva
Larva dipelihara dalam akuarium yang sama, namun sebelumnya 3/4 bagian airnya dibuang. Padat penebaran larva 50 - 100 ekor/liter larva yang berumur 4 hari diberi pakan berupa naupli Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 14 hari. Selama pemeliharaan larva, air harus diganti setiap hari sebanyak 2/3 bagiannya. Setelah berumur 14 hari larva siap ditebar ke kolam pendederan.
E. Pendederan
Pendederan ikan bawal dilakukan di kolam yang luasnya antara 500 -1.000 m2. Namun kolam tersebut harus disiapkan seminggu sebelum penebaran benih. Persiapan meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.
Setelah itu kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 50 - 100 gram/m2 dan dipupuk dengan pupuk organik dengan dosis 500 gram/m2. Kemudian diisi air.
Bila kolam sudah siap, larva diebar pada pagi hari dengan kepadatan 50 - 100 ekor/m2.
Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet halus sebanyak 750 gram/10 ribu ekor larva dengan frekuensi tiga kali sehari.
Pemeliharaan di kolam pendederan selama 21 hari. IV. Penyakit
Penyakit yang pernah ditemukan pada ikan bawal air tawar yang berumur satu bulan antara lain disebabkan oleh parasit, bakteri dan Kapang (Jamur)
Parasit
" Ich " Atau " White spot ", biasanya menyerang ikan apabila suhu media pemeliharaan dingin, cara mengatasinya yaitu dengan menaikkan suhu (dengan water heater) sampai kurang lebih 29 derajat Celcius dan pemberian formalin 25 ppm. Pada media pemeliharaannya.
Bakteri.
Streptococus sp. dan Kurthia sp. cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan antibiotik tetrasiklin dengan dosis 10 ppm.
Kapang (Jamur)
Jamur ini merupakan akibat dari adanya luka yang disebabkan penanganan ( Handling ) yang kurang hati-hati. Cara mengatasinya dengan menggunakan Kalium Permanganat ( PK ) dengan dosis 2-3 ppm. PEMBESARAN IKAN BAWAL
PENDAHULUAN
Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Magelang. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.
PERSIAPAN KOLAM
Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk.
Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk.
Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).
PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.
Pemilihan benih. Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.
KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN
Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.
PEMUNGUTAN HASIL
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.
Pemilihan benih. Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.
KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN
Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.
PEMUNGUTAN HASIL
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.
A. Pendahuluan
Bukan hanya budidayanya yang mudah dan tidak banyak membutuhkan kadar oksigen tinggi, lele juga sangat banyak digemari karena murah dan lezat, begitu banyak ragam orang membuat macam-macam olahan lele seperti lele asap, pecel lele, kerupuk kulit lele, abon lele dan banyak lagi jenis olahan yang bahan bakunya dari lele.
Jenis ikan lele masuk ke Indonesia pada tahun 1984/1985, mayoritas masyarakat Indonesia sangat antusias untuk budidaya jenis ikan ini, disamping karena pertumbuhannya yang cepat juga tidak terlalu sulit untuk di budidaya.
B. Teknik Budidaya
1. Pembenihan
Dalam pembenihan lele terbagi ke dalam 3 teknik pemijahan diantaranya:
* Teknik pemijahan secara alami
* Teknik pemijahan secara buatan
* Teknik pemijahan semi alami
a. Teknik Pemijahan alami
1. Pembenihan
Dalam pembenihan lele terbagi ke dalam 3 teknik pemijahan diantaranya:
* Teknik pemijahan secara alami
* Teknik pemijahan secara buatan
* Teknik pemijahan semi alami
a. Teknik Pemijahan alami
Dalam teknik pemijahan ini induk betina yang telurnya sudah terlihat matang yang ditandai dengan perut buncit, biasanya lele betina mempunyai berat diatas 1kg lebih dan berusia diatas 1 tahun. Sedangkan untuk jantan biasanya menggunakan minimal yang setara berat dan besarnya dengan betina, malah lebih bagus lagi kalau jantan lebih besar sedikit dari betina. Untuk perbandingan pemijahan 1:1 ( Jantan 1 betina 1) dalam satu media pemijahan.
Media yang kita sediakan:
* Bak beton atau bak terpal yang berukuran 1x2x1 m atau disesuaikan dengan lahan yang ada
* Disediakan kakaban Injuk/serutan tali rapia
* Disediakan kakaban Injuk/serutan tali rapia
Masukan induk jantan dan betina kedalam bak yang telah terisi air dengan ketingian 20-25cm, biasanya waktu pemijahan pada malam hari. Setelah kakaban terisi penuh dengan telur, angkat indukan atau angkat kakaban ke bak penetesan. Biasanya telur menetes setelah 12 jam.
b. Teknik Pemijahan Semi alami Untuk pemijahan semi alami hanya sedikit perbedaan yang harus diperhatikan, yaitu dalam hal pemberian rangsangan dengan penyuntikan obat perangsang ovaprim pada betina dengan dosis 0,2 ml/kg bobot tubuh ikan atau hipofisa ikan lele, juga penyuntikan setengah dosis pada jantan. Adapun mengenai persiapan bak dan kakaban sama persis dengan pemijahan alami.
c. Teknik Pemijahan buatan
Pemijahan secara buatan dilakukan cara stripping dengan terlebih dahulu diberi suntik perangsang menggunakan ovaprim atau hipofisa. Setelah 11-12 jam ikan lele siap dikeluarkan telurnya, setelah itu kita siapkan larutan sperma jantan yang dicampur dengan larutan NaCI 0,9%. Urut perut betina sampai telur keluar dari perut betina habis, lalu aduk telur dengan cairan sperma yang telah dicampur dengan NaCI. setelah diaduk rata kemudian cuci dengan air bersih dan tebar telur di media aquarium atau hapa penetesan.
Pemijahan secara buatan dilakukan cara stripping dengan terlebih dahulu diberi suntik perangsang menggunakan ovaprim atau hipofisa. Setelah 11-12 jam ikan lele siap dikeluarkan telurnya, setelah itu kita siapkan larutan sperma jantan yang dicampur dengan larutan NaCI 0,9%. Urut perut betina sampai telur keluar dari perut betina habis, lalu aduk telur dengan cairan sperma yang telah dicampur dengan NaCI. setelah diaduk rata kemudian cuci dengan air bersih dan tebar telur di media aquarium atau hapa penetesan.
2. Pendederan
Pada fase ini pembudidaya bisa menggunakan kolam tanah, bak terpal, bak beton ataupun aquarium.
Pendederan menggunakan media kolam haruslah didahului dengan adanya persiapan kolam yaitu kolam harus melalui pemupukan dan pengapuran dengan dosis untuk pupuk kandang 250gram/M2 dan kapur 50sd100gram / M2. Dengan ketinggian air 30-35cm.kolam yang telah melalui pemupukan dan pengapuran diendapkan selama 4-7hari dan larva siap ditebar. Sedangkan untuk media yang menggunakan bak Terfal ataupun bak beton untuk persiapan kolam haruslah menggunakan pupuk probiotik atau pupuk buatan dengan menggunakan ragi dan dedek.
Pendederan menggunakan media kolam haruslah didahului dengan adanya persiapan kolam yaitu kolam harus melalui pemupukan dan pengapuran dengan dosis untuk pupuk kandang 250gram/M2 dan kapur 50sd100gram / M2. Dengan ketinggian air 30-35cm.kolam yang telah melalui pemupukan dan pengapuran diendapkan selama 4-7hari dan larva siap ditebar. Sedangkan untuk media yang menggunakan bak Terfal ataupun bak beton untuk persiapan kolam haruslah menggunakan pupuk probiotik atau pupuk buatan dengan menggunakan ragi dan dedek.
3. Pembesaran
Dalam budidaya lele pembesaran biasa ukuran lele masa tebar adalah kisaran 7-8cm dengan lama pemanenan 40-45 hari dengan standar ukuran panen 12-15 cm melalui proses seleksi ukuran. Setelah panen ukuran 12-15 cm maka budidaya dilanjutkan dengan pembesaran kedua pembesaran dengan masa panen 25-30 hari dengan ukuran masa panen 1kg isi 7-10 ekor per kilo gram. Pada masa tebar calon pembesaran untuk padat tebar benih 150-200 ekor/M2.
4. Program Pemberian Pakan
Untuk pemberian pakan pada lele tidak jauh beda dengan pemberian pakan pada ikan ikan lain yaitu untuk penggunaan pelet haruslah disesuaikan dengan usia dan besaran mulut lele itu sendiri. Sebagai contoh Bila lele berukuran dengan panjang 7-8 cm maka pakan yang diberikan haruslah pelet butiran apung berukuran 3mm. Kita sebagi pembudidaya haruslah pandai mencari atau membuat pakan alternative yang nan tinya bisa membantu terhadap penekanan pembiayan pakan,salah satu pakan alternative yang bisa didapat diantaranya: Bangkai ayam, telur ayam yang tidak jadi netas, ikan asin BS atau tidak terpakai, belatung kotoran ayam, sosis BS, roti BS, sisa makanan dari restoran dan lain-lain.
5. Pengelolaan Kesehatan.
Kesehatan ikan lele sangatlah menentukan terhadap keberhasilan budidaya, untuk itu kita sebagai pembudidaya haruslah tekun mengamati respon makan dan gerakan ikan bila terjadi ada kelainan haruslah tanggap dengan solusi penggobatan yang tepat seperti contoh bila lele terkena whitespot upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan penebaran garam atau menaikan suhu air dengan cara menghindarkan kolm dari air yang masuk atau dengan penambahan pupuk kandang supaya plangton yang tumbuh bisa membantu terhadap kenaikan suhu. Jenis penyakit lain yang biasa terjadi pada lele diantaranya Trichodina sp ditandai kumis kriting pada lele pengendaliannya dengan Metheline Blue+Nacl atau garam 500-1000 ppm Untuk lebih tepatnya bila kita melakukan budidaya pencegahan penyakitlah yang paling efektif dan efisien dibanding kita mengobati sepertihalnya penggunaan pemberian vitamin C yang telah tercampur dengan pelet atau penggunaan bawang putih yang juga telah tercampur dengan pelet.
Kesehatan ikan lele sangatlah menentukan terhadap keberhasilan budidaya, untuk itu kita sebagai pembudidaya haruslah tekun mengamati respon makan dan gerakan ikan bila terjadi ada kelainan haruslah tanggap dengan solusi penggobatan yang tepat seperti contoh bila lele terkena whitespot upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan penebaran garam atau menaikan suhu air dengan cara menghindarkan kolm dari air yang masuk atau dengan penambahan pupuk kandang supaya plangton yang tumbuh bisa membantu terhadap kenaikan suhu. Jenis penyakit lain yang biasa terjadi pada lele diantaranya Trichodina sp ditandai kumis kriting pada lele pengendaliannya dengan Metheline Blue+Nacl atau garam 500-1000 ppm Untuk lebih tepatnya bila kita melakukan budidaya pencegahan penyakitlah yang paling efektif dan efisien dibanding kita mengobati sepertihalnya penggunaan pemberian vitamin C yang telah tercampur dengan pelet atau penggunaan bawang putih yang juga telah tercampur dengan pelet.
![]() |
Hasil ternak belut |
Untuk membibitkan belut yang diperlukan adalah pengetahuan tentang pemilihan belut untuk dijadikan indukan. Ada yang unik dalam kehidupan sex belut, ada yang beranggapan bahwa antara belut bisa bertukar jenis kelamin.
Pada awal tumbuh dewasa, belut akan cenderung untuk berjenis kelamin betina yang mempunyai telur yang siap untuk dibuahi. Setelah terjadi proses alami perkawinan dan telah menetaskan telur makan induk betina tadi otomatis berubah menjadi induk jantan.
Tetapi ada juga belut yang akhirnya tidak tumbuh kelamin sehingga disebut belut banci. Ciri-ciri belut yang sudah bisa dijadikan indukan adalah :
Pada awal tumbuh dewasa, belut akan cenderung untuk berjenis kelamin betina yang mempunyai telur yang siap untuk dibuahi. Setelah terjadi proses alami perkawinan dan telah menetaskan telur makan induk betina tadi otomatis berubah menjadi induk jantan.
Tetapi ada juga belut yang akhirnya tidak tumbuh kelamin sehingga disebut belut banci. Ciri-ciri belut yang sudah bisa dijadikan indukan adalah :
- Umur belut sekitar 3-5 bulan.
- Agresif dan sangat lincah bergerak.
- Tubuh induk harus bersih dan mulus tidak ada luka.
- Tubuh keras.
Ciri-ciri belut jantan :
- Bentuk kepala tumpul.
- Panjang badan lebih dari 30 cm.
- Bentuk ekor kurang lancip.
- Berumur lebih dari 7 bulan
Ciri-ciri belut betina :
- Bentuk kepala runcing.
- Panjang badan kurang dari 30 cm.
- Bentuk ekor lancip.
- Berumur kurang dari 7 bulan.
Untuk melakukan perkawinan, belut mempunyai perilaku yang khas. Jadi perilaku ini harus diamati untuk kesuksesan dalam membibitkan belut. Proses dan tahap belut melakukan reproduksi adalah sebagai berikut :
- Biasanya belut dewasa akan saling "menjajaki" pasangannya dengan cara melihat-lihat dan bergerombol. Belut betina akan mencari belut jantan untuk membuahi telur yang sudah siap untuk dikeluarkan dari perutnya.
- Pada waktu bergerombol itulah nantinya akan ditemukan masing-masing pasangan belut sesuai dengan nalurinya. Biasanya pasangannya tidak terlalu jauh dalam hal ukuran tubuh. Tubuh belut jantan akan sedikit lebih besar dibandingkan dengan tubuh belut betina.
- Sebelum pembuahan biasanya belut jantan akan membuat lubang/sarang untuk kawin. Setelah menemukan pasangannya, pasangan itu akan berenang menuju sarng yang sudah dipersiapkan dan perkawinan akan terjadi di tempat ini.
- Setelah beberapa hari dari proses perkawinan pada permukaan air akan muncul busa berwarna putih kekuningan. Belut betina akan meyimpan telur yang dikeluarkan dari perutnya pada busa tersebut. Setelah mengeluarkan telur belut betina akan pergi mencari makan dengan cara membuat lubang persembunyian dan menunggu mangsanya dari situ. Sedangkan telur yang berda pada busa itu akan ditunggui oleh induk jantan.
- Setelah 1-7 hari telur belut akan menetas, selama itu pula busa yang menyimpan telur itu akan bertahan. Selama proses telur sampai menetas menjadi larva, belut jantan akan selalu menjaganya.
- Setelah menetas menjadi benih maka benih belut ini harus mencari makan sendiri. Belut termasuk binatang kanibal sehingga sebaiknya jika memelihara belut usahakan mempunyai ukuran yang seimbang supaya kanibalisme bisa ditekan. Jika benih sudah ada sebaiknya dipisahkan dan dibuatkan kolam yang berbeda dengan belut dewasa lainnya.
Belut bisa bereproduksi lebih dari satu kali dalam satu siklusnya. Ini disesuaikan dengan tingkat kesuburan masing-masng induk betina.


Recent Comments: